Jambu – Dalam upaya meningkatkan kemakmuran masjid dan kualitas pengelolaan kegiatan
keislaman, DKM Masjid Al-Furqon SMK Negeri Jambu mengikuti kegiatan Diklat
Manajemen Ramadan dan Digitalisasi Masjid Jogokariyan. Kegiatan ini dilaksanakan
selama dua hari, pada Sabtu dan Minggu, 31 dan 2 Februari 2026, bertempat di Masjid
Bani Syam, Jalan Lingkar Ambarawa.
Kegiatan diklat ini diikuti oleh lima orang perwakilan dari DKM Masjid Al-Furqon, yaitu
Dwi Puji Budiarso, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Takmir, Widi Widayat, M.Pd. selaku
Sekretaris Masjid, Pridar Sakti, M.Pd. selaku Sie Kesejahteraan Masjid, serta dua orang
siswa SMK Negeri Jambu sebagai perwakilan dari OSIS dan Rohis, yaitu Rizal dan Fahri.
Diklat ini diikuti oleh kurang lebih 87 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa
Tengah, terdiri dari pengurus masjid, takmir, dan pegiat dakwah. Materi yang disampaikan
sangat relevan dengan tantangan pengelolaan masjid di era modern.
Materi pertama berupa Bedah Buku Manajemen Ramadan yang disampaikan oleh Ust.
Solikhin Abu Izzuddin, seorang penulis dan motivator. Dalam pemaparannya, beliau
menekankan pentingnya perencanaan, pengelolaan program Ramadan yang terstruktur, serta
pelayanan jamaah yang optimal agar masjid benar-benar menjadi pusat kegiatan umat.
Selanjutnya, materi Digitalisasi Masjid Jogokariyan disampaikan oleh Syubban Rizal
Noor, S.Ag, perwakilan dari DKM Masjid Jogokariyan. Materi ini membahas pemanfaatan
teknologi digital dalam manajemen masjid, mulai dari media sosial, sistem informasi jamaah,
hingga transparansi keuangan masjid.
Kegiatan diklat ini bertujuan untuk memakmurkan masjid, khususnya Masjid Al-Furqon
SMK Negeri Jambu, agar mampu menjadi “taman” bagi jamaah—tempat yang nyaman,
ramah, dan menenangkan sehingga jamaah merasa betah untuk beribadah dan beraktivitas di
masjid.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengurus DKM dan siswa yang terlibat dapat
mengimplementasikan ilmu yang diperoleh demi mewujudkan Masjid Al-Furqon sebagai
pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan karakter Islami di lingkungan sekolah.
Penulis : Jurnalis Skanja